Monday, August 25, 2014

KITSUNE TO TANUKI NO BAKASHIAI (Adu Penyamaran Antara Rakun dan Rubah)



            Pada zaman dahulu kala,  di negeri Shikoku hiduplah seekor rakun tua bernama Tobe. Rakun  Tobe adalah pemimpin para rakun yang berada di Shikoku, ia merasa dirinyalah yang paling hebat dalam hal penyamaran di seluruh Shikoku, tetapi ketika mendengar kabar bahwa ada seekor rubah wilayah Chugoku yang terkenal lebih hebat dalam menyamar, ia berkata,
            “Jika saya adu penyamaran dengan Pemimpin Rubah, jangankan Shikoku saya akan menjadi yang paling hebat di seluruh Jepang.” Ia dengan bersemangat menyeberangi Pedalaman Laut Seto.
            Jadilah Tobe sampai di sebuah desa yang terdapat di wilayah Chugoku, ia pun melihat sekeliling untuk mencari pemimpin rubah, dari arah depan datanglah seekor binatang bukan anjing dan bukan pula seekor serigala.
            Tentu ini binatang ini adalah rubah itu, pikirnya.
            “Pertemukanlah saya dengan pemimpinmu.” Kata Tobe.
            “Pemimpinnya tidak lain tidak bukan adalah saya sendiri.” Jawab Rubah.
            Dan terjadilah adu penyamaran antara rakun dan rubah. Pertama adalah Rakun yang menyamar menjadi samurai dan seorang gadis.
            “Bagaimana? Kalian para rubah tentu tidak bisa sehebat ini menyamar, kan?”
Kata Rakun, dan Rubah pun menjawab,
“Lumayan, tidak jelek untuk kamu yang dengan sengaja datang dari Shikoku. Tetapi saya tidak akan melakukan cara penyamaran yang ringkas begitu.”
“Apa? Kalau begitu perlihatkanlah bagamana penyamaranmu !”
“Jangan terburu-buru. Saya akan memperlihatkan iring-iringan bangsawan yang sangat hebat. Meskipun peralatan menyamarnya sudah ada, tapi akan makan waktu karena iring-iringan bangsawan mulainya besok pagi. Akan bagaimana, lihat baik-baik ya. Jangan beranjak sedikitpun.”
Karena itulah pagi hari berikutnya Rubah menunggu iring-iringan bangsawan, dari jauh terdengar,
“Berlutut ! Beri hormat, berlutut!” datanglah iring-iringan bangsawan yang sangat tertib.
Rakun yang beranggapan bahwa dirinya terhebat di Shikoku pun merasa kagum melihat iring-iringan Daimyo yang sangat hebat itu.
“Wah hebat sekali. Benar-benar Rubah adalah Sang Pemimpin.” Katanya menghampiri tandu Raja sambil bersorak dengan suara keras, kemudian belum lagi hilang suara Rakun,
“Perusuh !” Teriak para samurai yang berhamburan lari menangkap Rakun.

Sebagaimana yang dikagumi oleh Rakun, iring-iringan ini benarlah iring-iringan dari seorang pemimpin. Dan akan halnya Rubah, ia bukanlah siapa-siapa, bukanlah seorang Pemimpin.



***
Pesan Moral

Kesombongan hanya akan membawa celaka

No comments:

Post a Comment